Dalam dunia industri, terutama skala UMKM atau produsen baru di sektor egg tray, harga mesin kerap jadi pertimbangan utama. Maka muncullah opsi “mesin second” atau mesin egg tray bekas pakai sebagai alternatif ekonomis.
Tapi apakah benar pilihan ini bisa menghemat dalam jangka panjang? Atau justru menyimpan risiko kerusakan, efisiensi rendah, dan biaya perbaikan yang tak terduga?
Artikel ini membedah dengan jujur dan rinci untung-rugi dari menggunakan mesin egg tray bekas, serta memberikan panduan membeli secara aman.
1. Apa Itu Mesin Egg Tray Second?
Mesin egg tray second adalah unit mesin pembuat egg tray yang sebelumnya sudah pernah digunakan, baik di dalam negeri atau berasal dari luar negeri (impor bekas).
Jenis mesin second yang banyak dijual antara lain:
- Mesin manual kapasitas 1000–1500 pcs/jam
- Mesin semi-otomatis kapasitas 2000–2500 pcs/jam
- Mesin full otomatis kapasitas >3000 pcs/jam
- Mesin rakitan lokal bekas proyek
- Mesin rekondisi dari pabrikan
2. Alasan Banyak Pengusaha Tertarik Mesin Second
Alasan | Penjelasan Singkat |
---|---|
Harga lebih murah | Bisa 30–70% lebih rendah dari mesin baru |
Tidak perlu inden lama | Mesin second biasanya ready stock |
Bisa upgrade kapasitas cepat | Tanpa harus menunggu perakitan mesin baru |
Cocok untuk uji coba usaha | Ideal bagi pemula yang belum yakin skala bisnis |
3. Risiko dan Kekurangan Mesin Egg Tray Bekas
a. Performa Mesin Tidak Optimal
Komponen seperti pompa vakum, gearbox, dan motor penggerak mungkin sudah aus. Hasil cetakan tidak presisi, banyak produk gagal, atau sering macet.
b. Konsumsi Energi Lebih Tinggi
Mesin lama cenderung lebih boros listrik karena sistem kontrol belum efisien atau motor sudah menurun kinerjanya.
c. Tidak Ada Garansi atau After Sales
Penjual mesin second biasanya tidak menyediakan garansi teknis, sparepart, atau pelatihan operator.
d. Biaya Perbaikan Tak Terduga
Mesin bekas bisa terlihat bagus di awal, tetapi kemudian perlu ganti bearing, seal, atau sensor yang sulit ditemukan.
e. Tidak Compatible dengan Sistem Modern
Mesin second mungkin tidak bisa disinkronkan dengan sistem oven otomatis, conveyor, atau sistem robotik modern.
4. Perbandingan Mesin Baru vs Mesin Second
Aspek | Mesin Baru | Mesin Second |
Harga | Rp 100 – 300 juta | Rp 40 – 150 juta |
Garansi | 1–2 tahun | Tidak ada |
Efisiensi Energi | Lebih hemat, teknologi baru | Lebih boros |
Umur Pakai | 7–10 tahun | Tidak pasti, bisa 1–3 tahun |
Ketersediaan Sparepart | Mudah dan resmi | Tidak semua tersedia |
ROI (balik modal) | Stabil dan predictable | Tidak selalu stabil |
5. Panduan Aman Membeli Mesin Egg Tray Second
a. Lakukan Inspeksi Langsung
Datangi lokasi penjual. Jalankan mesin minimal 30 menit. Periksa:
- Suara motor dan gearbox
- Getaran berlebihan
- Hasil cetakan (kerataan dan ketebalan)
- Sistem vakum dan blower
b. Minta Riwayat Pemakaian
Tanyakan:
- Tahun perakitan dan lama pemakaian
- Apakah pernah overheat atau mogok
- Sparepart apa saja pernah diganti
c. Prioritaskan Mesin dari Pabrikan Resmi
Jika bekas, setidaknya mesin tersebut berasal dari pabrikan ternama yang masih beroperasi, agar sparepart tetap tersedia.
d. Hindari Mesin Rakitan Asal-asalan
Banyak mesin rakitan lokal yang menyatukan berbagai komponen dari mesin rusak lain. Harganya murah tapi tidak tahan lama.
e. Gunakan Jasa Teknisi Independen
Jika Anda tidak ahli mesin, bawa teknisi untuk melakukan pengecekan menyeluruh.
6. Alternatif: Mesin Baru dengan Skema Kredit atau Sewa
Bila dana terbatas, pertimbangkan opsi lain seperti:
- Pembayaran bertahap/cicilan ke supplier mesin
- Sewa pakai (leasing) mesin egg tray
- Kredit mesin lewat koperasi atau lembaga keuangan mikro
Ini bisa jadi solusi lebih aman dibanding membeli mesin bekas yang berisiko besar.
7. Studi Kasus: Dua Pengusaha, Dua Cerita
a. Sukses dengan Mesin Second
Pak Doni (Bandung) membeli mesin bekas kapasitas 2500 pcs/jam seharga Rp 85 juta. Setelah melakukan perbaikan kecil, ia bisa produksi stabil dan balik modal dalam 10 bulan.
b. Rugi Karena Mesin Bekas Rusak
Bu Sari (Sidoarjo) membeli mesin second dari penjual online tanpa inspeksi. Ternyata motor utama rusak dan butuh biaya Rp 25 juta untuk penggantian. Produksi tidak stabil, banyak komplain dari pelanggan.
8. Rekomendasi: Kapan Sebaiknya Membeli Mesin Bekas?
Jika:
- Sudah punya teknisi internal
- Hanya untuk uji coba pasar
- Mesin bekas berasal dari produsen terpercaya dan riwayat jelas
Hindari jika:
- Anda pemula tanpa pengalaman teknis
- Produksi ditargetkan untuk skala ekspor
- Tidak tersedia layanan teknis atau sparepart
Membeli mesin egg tray second bisa jadi langkah hemat jangka pendek, tapi harus disertai evaluasi matang. Jangan hanya tergiur harga murah—periksa performa, riwayat, dan dukungan teknis.
Jika Anda serius ingin membangun bisnis egg tray berkelanjutan, investasi pada mesin baru seringkali lebih masuk akal dalam jangka panjang.
Masih ragu memilih antara mesin baru atau bekas?
Konsultasikan secara gratis dengan tim teknis kami. Kami bantu hitung ROI, perbandingan performa, dan rekomendasi unit yang cocok dengan anggaran dan target produksi Anda.
Klik di sini untuk jadwalkan sesi konsultasi bisnis Anda sekarang!