Salah satu tahap paling penting dalam produksi egg tray adalah pengeringan. Di sinilah bentuk akhir egg tray ditentukan: apakah tetap kokoh atau mudah rusak. Pengeringan juga berpengaruh pada:
- Kecepatan produksi
- Efisiensi energi
- Biaya operasional
- Kualitas akhir produk
Dalam industri egg tray, umumnya digunakan tiga sistem pengeringan:
- Natural Drying (Pengeringan alami)
- Oven Gas (Pemanasan berbahan bakar gas atau solar)
- Infrared Drying (Teknologi modern berbasis sinar infrared)
Artikel ini akan membandingkan secara rinci ketiga metode tersebut.
1. Natural Drying (Pengeringan Alami)
Proses:
Egg tray dijemur di ruang terbuka atau greenhouse, memanfaatkan panas matahari dan sirkulasi udara.
Kelebihan:
- Hemat energi (tanpa listrik/gas)
- Investasi awal rendah
- Mudah diterapkan skala kecil-menengah
Kekurangan:
- Bergantung cuaca
- Waktu pengeringan bisa 24–48 jam
- Kualitas tidak konsisten
- Risiko jamur jika kelembapan tinggi
Cocok untuk:
- Produksi <5.000 pcs/hari
- Daerah dengan sinar matahari optimal
2. Oven Gas (Pemanas Berbahan Bakar LPG/Solar)
Proses:
Egg tray dikeringkan dalam oven tertutup dengan suhu 150–200°C, dipanaskan menggunakan LPG, solar, atau biomassa.
Kelebihan:
- Proses cepat (1–2 jam)
- Produksi massal lebih stabil
- Bisa dikontrol suhu dan waktu
Kekurangan:
- Konsumsi bahan bakar tinggi
- Emisi karbon (jika tanpa filter)
- Perlu ruang dan perawatan rutin
Cocok untuk:
- Pabrik produksi besar (10.000–50.000 pcs/hari)
- Daerah industri dengan pasokan LPG stabil
3. Infrared Drying
Proses:
Menggunakan lampu atau pemancar infrared untuk memanaskan serat egg tray secara langsung dan merata.
Kelebihan:
- Sangat cepat (30–45 menit)
- Hemat energi listrik (efisien)
- Ramah lingkungan (tanpa asap)
- Minim ruang (sistem tertutup)
Kekurangan:
- Biaya investasi tinggi
- Perlu teknisi untuk maintenance
- Belum umum di pasar Indonesia
Cocok untuk:
- Industri modern/otomatis
- Pabrik dengan target ekspor
- Produksi premium dan efisiensi tinggi
4. Tabel Perbandingan
Aspek | Natural Drying | Oven Gas | Infrared |
---|---|---|---|
Biaya awal | Rendah | Sedang | Tinggi |
Konsumsi energi | Nol | Sedang-tinggi | Rendah |
Waktu pengeringan | 24–48 jam | 1–2 jam | 30–45 menit |
Kualitas hasil | Variatif | Stabil | Sangat stabil |
Skalabilitas produksi | Terbatas | Menengah-besar | Sangat besar |
Emisi | Tidak ada | Ada | Tidak ada |
5. Studi Kasus Penerapan Sistem Pengeringan
UD Kertas Hijau (Purwokerto)
- Produksi 3.000 pcs/hari
- Gunakan sistem natural drying dengan atap polikarbonat dan blower tambahan
- Hemat listrik, cocok untuk UKM
PT BioPack Surya (Sidoarjo)
- Produksi 25.000 pcs/hari
- Gunakan oven gas LPG dengan sistem conveyor
- Efisien dan cocok untuk order besar retail
GreenEgg Tray (Malaysia)
- Produksi 50.000 pcs/hari
- Gunakan teknologi infrared Jepang
- Egg tray cepat kering, kualitas ekspor premium
6. Tips Memilih Sistem Pengeringan
- Skala usaha kecil? Natural drying atau solar dryer lebih hemat
- Target ekspor atau pasar modern? Gunakan infrared
- Area industri padat? Oven gas dengan filter asap bisa jadi solusi
- Pertimbangkan biaya jangka panjang, bukan hanya investasi awal
Setiap sistem pengeringan memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilihan terbaik tergantung:
- Skala produksi
- Target pasar
- Lokasi geografis
- Dana investasi
Dengan sistem pengeringan yang tepat, efisiensi produksi bisa meningkat hingga 30%, dan kualitas egg tray tetap terjaga.
Masih bingung memilih sistem pengeringan egg tray terbaik?
Konsultasikan skala bisnis dan lokasi Anda ke tim teknis kami. Kami bantu rancang sistem pengeringan paling efisien sesuai anggaran Anda.
Klik di sini untuk demo pengeringan atau studi kelayakan gratis.